BAB.
I
A.
PERTUMBUHAN PENDUDUDUK
Pertumbuhan penduduk adalah
perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya. Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (natalitas), kematian
(mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi). Kelahiran dan kematian
dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non
alami. Berikut ini adalah tabel perkembangan penduduk dalam kurun waktu 10
tahun ke belakang..
2002
|
1.24
|
6,170,875,377
|
2003
|
1.22
|
6,248,354,978
|
2004
|
1.21
|
6,325,526,400
|
2005
|
1.2
|
6,403,002,733
|
2006
|
1.19
|
6,480,771,997
|
2007
|
1.18
|
6,558,821,979
|
2008
|
1.18
|
6,637,140,234
|
2009
|
1.17
|
6,715,714,089
|
2010
|
1.15
|
6,795,218,141
|
2011
|
1.15
|
6,874,272,272
|
sumber: www.poodwaddle.com
Secara umum ada tiga faktor utama demografi yang
mempengaruhi pertumbuhan penduduk, di antaranya sebagai berikut:
1. Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran adalah istilah dalam demografi yang
mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup, atau dalam pengertian lain
fasilitas adalah hasil produksi yang nyata dari fekunditas seorang wanita.
Berikun ini penjelasan mengenai pengukuran fertilitas:
Pengukuran fasilitas tahunan adalah pengukuran kelahiran
bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk pada tahun
tersebut. Adapun ukuran-ukuran fertilitas tahunan adalah:
- Tingkat fertilitas kasar (crude birth rate) adalah
banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
- Tingkat fertilitas umum (general fertility rate) adalah
jumlah kelahiran hidup per-1000 wanita usia reproduksi (usia 14-49 atau 14-44
tahun) pada tahun tertentu.
- Tingkat fertilitas menurut umur (age specific fertility
rate) adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur
dan tahun tertentu.
-Tingkat ferlititas menurut ukuran urutan penduduk (birth
order specific fertility rates) adalah perhitungan fertilitas menurut urutan
kelahiran bayi oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.
Pengukuran fertilitas komulatif adalah pengukuran jumlah
rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas
usia suburnya. Adapun ukurannya adalah:
- Tingkat fertilitas total adalah jumlah kelahiran hidup
laki-laki dan perempuan jumlah tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa
reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum
mengakhiri masa reproduksinya dan tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah
pada priode waktu tertentu.
- Gross reproduction rates adalah jumlah kelahiran bayi
perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidak
ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa produksinya.
2. Kematian (mortalitas)
Kematian adalah ukuran jumlah kematian umumnya karena
akibat yang spesifik pada suatu populasi. Mortalitas khusus mengekspresikan
pada jumlah satuan kematian per- 1000 individu per-tahun, hingga rata-rata
mortalitas sebesar 9,5 berarti pada populasi 100.000 terdapat 950 kematian
per-tahun.
3. Perpindahan (migrasi)
Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme
dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus organisme bermigrasi
untuk mencari sumber cadangan makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan
yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau kerana over populasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya
fertalitas penduduk:
1. Faktor demografi, antara lain adalah:
Ø Struktur
umur
Ø Struktur
perkawinan
Ø Umur
kawin pertama
Ø Paritas
Ø Disrupsi
perkawinan
Ø Proporsi
yang kawin
Ø Faktor
non demografi, antara lain adalah:
Ø Keadaan
ekonomi penduduk
Ø Perbaikan
status perempuan
Ø Tingkat
pendidikan
Ø
Urbanisasi dan industrialisasi.
B.
PENGGANDAAN PENDUDUDUK

Penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35
tahun. Penambahan / pertambahan penduduk di suatu daerah atau Negara pada
dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :
Ø
Kematian
(Mortalitas)
Ø
Kelahiran
(Ferilitas)
Ø
Migrasi
Di dalam pengukuran
demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat / rate. Tingkat / rate
itulah yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya peerbandingan ini
dinyatakan dalam tiap 100 penduduk.
B.1. Kematian
Ada beberapa tingkat kematian akan tetapi di sini hanya dijelaskan dua
jenis tingkat kematian saja yakni:
a. Tingkat kematian
kasar (Crude Death Rate / CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu
tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap
1000 orang. Sehingga dapat dituliskan dengan rumus:
D = jumlah kematian
atau :
Pm = jumlah
penduduk pertengahan tahun
K = Konstanta = 1000
Penduduk pertengahan tahun
ini dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :
Pm =
Pm = P1
+
Pm = P2
–
Pm = jumlah
penduduk pertengahan tahun
P1 = jumlah
penduduk awal tahun
P2 = jumlah
penduduk akhir tahun
b. Tingkat kematian
khusus (Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian ini disebabkan oleh bebrapa factor antara lain umur, jenis
kelamin, pekerjaan. Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan
tingkat lematian menurut umur (specific death rate). Dengan ini dapat
menunjukan hasil yang lebih teliti, dan oleh karena itu dibuat rumus sebagai
berikut :
D1 = kematian
penduduk kelompok umur 1
Pm = jumlah
penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur 1
K =konstanta = 1000
B.2. Fertilisasi (kelahiran hidup)
Pengukuran fertilisasi tidak sederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini
disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
1)
Sulit memperoleh data statistik lahir hidup karena banyak bayi yang meninggal beberapa saat setelah
kelahiran
2)
Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal
hanya sekali)
3)
Mkin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan memiliki anak makin
menurun
4)
Didalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja
Ada dua istilah asing
yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan.
Facubdity (kesuburan)
Facundity adalah lebihh
diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mampunya anak.
Fertility (fertilitas)
Fertility adalh jumlah
kelahiran hidup dari seorang wanita atau kelompok wanita. Tinggi rendahnya
kelahiran dalam suatu penduduk erat hubungannya dan tergantung pada : struktur
umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status
pekerjaan wanita serta, pembangunan ekonomi. Tingkat kelahiran ini terbagi
menjadi tiga macam.
Tingkat kelahiran kasar
(Crude Rate Birth/CBR). Tingkat kelahiran kasar adalah jumlah kelaahiran hidup
pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun
tersebut. Sehingga dapat dituliskan dengan rumus :
atau :
B = jumlah kelahiran
hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = jumlah
penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta = 1000
Angka kelahiran umum (General Fertility Rate/GFR). Angka kelahiran umum
adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif.
Jadi untuk menghitung angka kelahiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita
usia produktif. Sehingga dapat dituliskan dengan rumus :
atau :
B = jumlah kelahiran
hidup suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = jumlah
penduduk wanita pada pertengahan tahun
K = konstanta = 1000
Tingkat kelahiran khusus
(Age Specific Fertility Rate/ASFR). Tigkat kelahiran khusus menunjukkan
banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok usia
produktif. Ukuran ini lebih baik daripada ukuran diatas. Jadi kalau d tiliskan
dengan rumus adalah sebagai berikut :
B1 = jumlah
kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun
Fm = jumlah
penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur 1
K = konstanta = 1000
B.3. Migrasi
Aspek dinamis kehidupan
kelompok dalam ruang iaah ggerakan penduduk yang dinamai migrasi. Bila migrasi
dikaitkan dengan unsure waktu di tempat yang baru misalnya 6 bulan. Sedangkan
bagi mereka yang pernah pindah tempat tinggal kurang dari batas itu disebut
melakukan mobilitas sirkuler.
Migrasi ini adalah
merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Adapun
langkah-langkah seorang imigran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke
daerah lain terlebih dahulu ingin mengetahui lebih dahulu faktor-faktor sebagai berikut :
-
Persediaan sumber alam
-
Lingkungan social budaya
-
Potensi ekonomi
-
Alat masa depan
Dengan mengetahui faktor-faktor
di muka setidaknya terhindar dari akibat negative. Disamping itu mereka juga
memikirkan berbagai rintangan yang memungkinkan dihadapi selama proses migrasi.
Ada beberapa macam migrasi
manusia, diantaranya adalah:
Ø
Imigrasi
Ø
Emigrasi
Ø
Diaspora
Dampak
Migrasi Penduduk
Migrasi penduduk baik
internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing
memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan.
A. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain :
A. Dampak Positif Migrasi Internasional antara lain :
|
B. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :
|
C. Dampak Negatif Migrasi Internasional antara lain :
|
|
D. Dampak Negatif Migrasi Nasional antara lain :
|
E. Usaha-usaha untuk Menanggulangi Permasalahan Migrasi
|
Komposisi penduduk
adalah suatu Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan juga banyak penduduk
didalam satu Negara tersebut, dari penduduk tersebut banyaknya, akan
dikelompokan pada kriteria-kriteria tertentu
Biasanya dalam pengelompokan itu
kriteria yang diambil kebanyakan adalah umur, jenis kelamin, mata pencaharian,
dan tempat tinggal semua itu dikelompokkan demi tidak terjadi masalah-masalah
sepele yang timbul dikarenakan terjadi karena hanya sebuah hal sepele.
Dalam suatu keluarga
ada kepala keluarga yang mempunyai mata pencaharian sebagai pegawai negeri
sipil yang mempunyai gaji sebesar 3 juta rupiah dalm sebulan didalam suatu
pengelompokan penduduk kelurga ini termasuk keluaraga yang cukup mampu.
Didalam dunia ada 3
jenis struktur yang dipakai dalam satu Negara atau wilayah yang dikelompokan
berdasarkan umur yaitu:
• Struktur penduduk muda adalah
apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya muda struktur ini
dimulai dengan umur 0-14 tahun
• Struktur penduduk dewasa adalah
apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya dewasa struktur
ini dimulai dengan 15-64 tahun
• Struktur penduduk tua adalah apabila
suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya tua tidak terdaftar lagi
struktur ini dimulai dari 65 tahu keatas/senja.
D.
PIRAMIDA PENDUDUK STASIONER DAN RASIO KETERGANTUNGAN
Piramida penduduk adalah
suatu diagram yang digambarkan dengan bentuk piramida yang mempunyai arti dalam
mengukur suatu kependudukan di dalam satu Negara biasanya dalam pengukuran
tersebut dikelompokan tertantu seperti usia, jenis kelamin, dan tahun lahir
selain itu Penduduk laki-laki biasanya digambarkan di sebelah kiri dan penduduk
wanita di sebelah kanan. Grafik dapat menunjukkan jumlah penduduk atau
prosentase jumlah penduduk terhadap jumlah penduduk total Dengan mengamati
bentuk piramida penduduk (serta bentuk piramida penduduk dari waktu ke waktu),
banyak informasi yang didapat mengenai struktur kependudukan sebuah wilayah.
Distribusi segitiga
Distribusi piramida penduduk yang berbentuk segitiga (dengan alas di bawah dan lancip di atas) dapat disebut distribusi eksponensial. Distribusi ini menunjukkan banyaknya penduduk anak-anak, namun kemiringan yang tajam juga menunjukkan banyaknya penduduk yang mati antara kelas interval usia. Piramida tersebut menunjukkan tingginya angka kelahiran, tingginya angka kematian, serta angka harapan hidup yang rendah. Piramida penduduk dengan distribusi seperti ini umumnya dijumpai di negara miskin karena kurangnya akses dan insentif untuk mengendalikan jumlah penduduk (keluarga berencana), faktor-faktor lingkungan yang rendah (seperti ketiadaan air bersih) serta sulitnya akses terhadap layanan kesehatan.


penduduk yang menunjukkan tingkat mortalitas stabil dalam setiap kelompok usia
Stasioner muda dan tua
Piramida Penduduk Stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.
• Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
Distribusi piramida penduduk yang berbentuk segitiga (dengan alas di bawah dan lancip di atas) dapat disebut distribusi eksponensial. Distribusi ini menunjukkan banyaknya penduduk anak-anak, namun kemiringan yang tajam juga menunjukkan banyaknya penduduk yang mati antara kelas interval usia. Piramida tersebut menunjukkan tingginya angka kelahiran, tingginya angka kematian, serta angka harapan hidup yang rendah. Piramida penduduk dengan distribusi seperti ini umumnya dijumpai di negara miskin karena kurangnya akses dan insentif untuk mengendalikan jumlah penduduk (keluarga berencana), faktor-faktor lingkungan yang rendah (seperti ketiadaan air bersih) serta sulitnya akses terhadap layanan kesehatan.


penduduk yang menunjukkan tingkat mortalitas stabil dalam setiap kelompok usia
Stasioner muda dan tua
Piramida Penduduk Stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.
• Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 – 64 tahun.
Bentuk piramida stasioner
terjadi jika jumlahpenduduk pada tiap kelompok umur (muda,dewasa, dan tua)
relatif seimbang. Bentuk piramida
ini dicirikan dengan bentuk yang relatif sama ataurata di tiap kelompok umur.Pada umumnya, bentuk piramida semacam initerdapat di negara-negara Eropa yang telah lamamaju serta mempunyai tingkat kelahiran dan tingkatkematian yang rendah.
ini dicirikan dengan bentuk yang relatif sama ataurata di tiap kelompok umur.Pada umumnya, bentuk piramida semacam initerdapat di negara-negara Eropa yang telah lamamaju serta mempunyai tingkat kelahiran dan tingkatkematian yang rendah.
• Rasio Ketergantungan Tua adalah perbandingan jumlah
penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia 15-64 tahun.
Kegunaan
Rasio ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang.merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase ratioyang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Kegunaan
Rasio ketergantungan dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang.merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase ratioyang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Cara Menghitung
Rasio Ketergantungan didapat dengan membagi total dari jumlah penduduk usia belum produktif (0-14 tahun) dan jumlah penduduk usia tidak produktif (65 tahun keatas) dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun).
Rumus
RKTotal = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda dan Tua
RKMuda = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda
RKTua = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Tua
P(0-14) = Jumlah Penduduk Usia Muda (0-14 tahun)
P(65+) = Jumlah Penduduk Usia Tua (65 tahun keatas)
P(15-64) = Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-64 tahun)
Contoh
Untuk memudahkan pemahaman tentang perhitungan Rasio Ketergantungan, di bawah ini diberikan contoh perhitungan dengan menggunakan data SP 2000 (lihat Tabel 1). Langkah pertama adalah menghitung jumlah penduduk yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok umur muda (0-14 tahun), kelompuk usia kerja 15-64 tahun (umur produktif) dan kelompok umur tua (65 tahun ke atas).
Tabel 1 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Muda, Umur Produktif, dan Umur Tua, Tahun 2000
Kel. Umur Jumlah Penduduk
0-14 63 206 000
15-64 13 3057 000
65+ 9 580 000
Setelah jumlah penduduk kelompok umur muda (0-14 tahun), umur produktif (15-64 tahun) dan umur tua (65 tahun ke atas) diperoleh. Selanjutnya dapat dihitung rasio ketergantungan (dependency ratio, dengan hasil seperti yang disajikan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2 Rasio Ketergantungan Muda, Tua, dan Total Tahun 2000
Keterangan Rasio Ketergantungan
RKTot 54,7
RKMuda 47,0
RKTua 7,2
Rasio Ketergantungan didapat dengan membagi total dari jumlah penduduk usia belum produktif (0-14 tahun) dan jumlah penduduk usia tidak produktif (65 tahun keatas) dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun).
Rumus
RKTotal = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda dan Tua
RKMuda = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda
RKTua = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Tua
P(0-14) = Jumlah Penduduk Usia Muda (0-14 tahun)
P(65+) = Jumlah Penduduk Usia Tua (65 tahun keatas)
P(15-64) = Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-64 tahun)
Contoh
Untuk memudahkan pemahaman tentang perhitungan Rasio Ketergantungan, di bawah ini diberikan contoh perhitungan dengan menggunakan data SP 2000 (lihat Tabel 1). Langkah pertama adalah menghitung jumlah penduduk yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu kelompok umur muda (0-14 tahun), kelompuk usia kerja 15-64 tahun (umur produktif) dan kelompok umur tua (65 tahun ke atas).
Tabel 1 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Muda, Umur Produktif, dan Umur Tua, Tahun 2000
Kel. Umur Jumlah Penduduk
0-14 63 206 000
15-64 13 3057 000
65+ 9 580 000
Setelah jumlah penduduk kelompok umur muda (0-14 tahun), umur produktif (15-64 tahun) dan umur tua (65 tahun ke atas) diperoleh. Selanjutnya dapat dihitung rasio ketergantungan (dependency ratio, dengan hasil seperti yang disajikan pada Tabel 2 berikut.
Tabel 2 Rasio Ketergantungan Muda, Tua, dan Total Tahun 2000
Keterangan Rasio Ketergantungan
RKTot 54,7
RKMuda 47,0
RKTua 7,2
Interpretasi
Dari contoh perhitungan di atas, rasio ketergantungan total adalah sebesar 54,7 persen, artinya setiap 100 orang yang berusia kerja (dianggap produktif) mempunyai tanggunagn sebanyak 55 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif lagi. Rasio sebesar 54.7 persen ini disumbangkan oleh rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 47,0 persen, dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar 7,2 persen. Dari indikator ini terlihat bahwa pada tahun 2000 penduduk usia kerja di Indonesia masih dibebani tanggung jawab akan penduduk muda yang proporsinya lebih banyak dibandingkan tanggung jawab terhadap penduduk tua.
Dari contoh perhitungan di atas, rasio ketergantungan total adalah sebesar 54,7 persen, artinya setiap 100 orang yang berusia kerja (dianggap produktif) mempunyai tanggunagn sebanyak 55 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif lagi. Rasio sebesar 54.7 persen ini disumbangkan oleh rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 47,0 persen, dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar 7,2 persen. Dari indikator ini terlihat bahwa pada tahun 2000 penduduk usia kerja di Indonesia masih dibebani tanggung jawab akan penduduk muda yang proporsinya lebih banyak dibandingkan tanggung jawab terhadap penduduk tua.
BAB.
II
KEBUDAYAAN
DAN KEPRIBADIAN
Menurut Koentjaraningrat
dalam bukunya,pengantar Ilmu Antropologi, istilah kebudayaan berasal dari kata
Sanskerta,yaitu bentuk dari kata budhi yang berarti budi atau akal.Dengan
demikian, kebudayaan dapat diberi pengertian sebagai hal-hal yang bersangkutan
dengan akal.
Dalam bahasa inggris ,kebudayaan disebut culture yang berasal dari kata latin colere yang berarti mengolah atau mengerjakan tanah atau bertani.Dari arti ini berkembang arti culture sebagai daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah atau mengubah alam .
Dalam bahasa inggris ,kebudayaan disebut culture yang berasal dari kata latin colere yang berarti mengolah atau mengerjakan tanah atau bertani.Dari arti ini berkembang arti culture sebagai daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah atau mengubah alam .
PERTUMBUHAN
DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
Zaman batu Tua
Alat-alat
batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar,
misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa,
Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini
tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian para ahli
prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum
berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan,
menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung
Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai
ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Kapak-kapak
tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan
menggunakan rotan. Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut
tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari
bangsa-bangsa di sekitar Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena
perkembangannya muncul bahasa melayu yang nantinya di negara Indonesia
berkembang menjadi bahasa Indonesia
Zaman batu muda
Ciri – cirri
zaman batu muda :
- mulai menetap dan membuat rumah,
- membentuk kelompok masyarakat desa,
- bertani,
- berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Manusia
pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk
mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan
mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk
mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka
perlukan
Bangsa-bangsa
Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu
membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan
Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat
dari bahan perunggu
Hal
yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ini adalah kenyataan yang
jelas bahwa Indonesia sebelum memasuki zaman Hindu telah mengenal kebudayaan
yang tinggi derajatnya dan penting bagi perkembangan kebudayaan Indonesia
selanjutnya.
KEBUDAYAAAN
DI INDONESIA
Budaya
Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional,
kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia
sebelum Indonesia
merdeka pada tahun 1945.
Berikut ini beberapa kebudayaan beragama di Indonesia:
Ø KEBUDAYAAN HINDU
Agama
Hindu
(Sanskerta: Sanātana Dharma
सनातन धर्म "Kebenaran Abadi"), dan Vaidika-Dharma
("Pengetahuan Kebenaran") adalah sebuah agama yang berasal
dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan
dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran
(Arya). Agama ini
diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama
tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Agama ini merupakan agama
ketiga terbesar di dunia setelah agama Kristen dan Islam dengan jumlah
umat sebanyak hampir 1 miliar jiwa.
Penganut agama Hindu sebagian
besar terdapat di anak benua India. Di sini terdapat sekitar 90%
penganut agama ini. Agama ini pernah tersebar di Asia
Tenggara sampai kira-kira abad ke-15, lebih tepatnya pada masa keruntuhan Majapahit.
Mulai saat itu agama ini digantikan oleh agama Islam dan juga Kristen. Pada
masa sekarang, mayoritas pemeluk agama Hindu di Indonesia adalah masyarakat Bali, selain itu juga
yang tersebar di pulau Jawa,Lombok, Kalimantan
(Suku Dayak Kaharingan), Sulawesi (Toraja dan Bugis - Sidrap).
Menurut teori Brahmana, agama
hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh golongan Bramana sebab hanya golongan
inilah yang berhak mempelajari dan menyebarkan agama hindu. Teori ini
dikemukakan oleh Van Leur. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana golongan
brahmana ini bisa sampai ke Indonesia, sebab mestinya mereka ini tidak boleh
meninggalkan tanah airnya.
Hindu seringkali dianggap
sebagai agama yang
beraliran politeisme
karena memuja banyak Dewa,
namun tidaklah sepenuhnya demikian. Dalam agama Hindu, Dewa bukanlah Tuhan tersendiri.
Menurut umat Hindu, Tuhan itu Maha Esa tiada duanya. Dalam salah satu ajaran filsafat
Hindu, Adwaita
Wedanta menegaskan bahwa hanya ada satu kekuatan dan menjadi sumber dari
segala yang ada (Brahman),
yang memanifestasikan diri-Nya kepada manusia dalam beragam bentuk.
Dalam Agama Hindu ada lima
keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradha.
Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut,
yakni:
Widhi Tattwa -
percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya.
Atma Tattwa -
percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk.
Karmaphala
Tattwa - percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap
perbuatan.
Punarbhava Tattwa -
percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi).
Moksa Tattwa -
percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia.
Ø KEBUDAYAAN BUDHA
Agama Buddha
adalah sebuah agama dan filsafat yang berasal dari anak benua India dan
meliputi beragam tradisi kepercayaan, dan praktik yang sebagian besar
berdasarkan pada ajaran yang dikaitkan dengan Siddhartha Gautama, yang secara
umum dikenal sebagai Sang Buddha (berarti “yang telah sadar” dalam bahasa
Sanskerta dan Pali). Sang Buddha hidup dan mengajar di bagian timur anak benua
India dalam beberapa waktu antara abad ke-6 sampai ke-4 SEU (Sebelum Era Umum).
Beliau dikenal oleh para umat Buddha sebagai seorang guru yang telah sadar atau
tercerahkan yang membagikan wawasan-Nya untuk membantu makhluk hidup mengakhiri
ketidaktahuan/kebodohan (avidyā), kehausan/napsu rendah (taṇhā), dan penderitaan (dukkha), dengan menyadari
sebab musabab saling bergantungan dan sunyatam dan mencapai Nirvana (Pali: Nibbana).
Setiap
aliran Buddha berpegang kepada Tripitaka sebagai rujukan utama karena dalamnya tercatat
sabda dan ajaran sang hyang Buddha Gautama. Pengikut-pengikutnya kemudian
mencatat dan mengklasifikasikan ajarannya dalam 3 buku yaitu Sutta
Piṭaka
(kotbah-kotbah Sang Buddha), Vinaya
Piṭaka
(peraturan atau tata tertib para bhikkhu) dan Abhidhamma Piṭaka (ajaran hukum metafisika dan
psikologi).
HARI RAYA
Terdapat empat hari raya besar dalam Agama Buddha. Namun
satu-satunya yang dikenal luas masyarakat adalah Hari Raya Trisuci Waisak, sekaligus
satu-satunya hari raya umat Buddha yang dijadikan hari libur nasional Indonesia
setiap tahunnya.
Waisak
Penganut Buddha merayakan Hari Waisak
yang merupakan peringatan 3 peristiwa. Yaitu, hari kelahiran Pangeran Siddharta
(nama sebelum menjadi Buddha), hari pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa
Gautama, dan hari Sang Buddha wafat atau mencapai Nibbana/Nirwana. Hari Waisak
juga dikenal dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Vesak di
Malaysia dan Singapura, Visakha Bucha di Thailand, dan Vesak di Sri Lanka. Nama
ini diambil dari bahasa Pali "Wesakha", yang pada gilirannya juga
terkait dengan "Waishakha" dari bahasa Sanskerta
Kathina
Hari raya Kathina merupakan
upacara persembahan jubah kepada Sangha setelah menjalani Vassa. Jadi setelah
masa Vassa berakhir, umat Buddha memasuki masa Kathina atau bulan Kathina.
Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan persembahan jubah Kathina, umat
Buddha juga berdana kebutuhan pokok para Bhikkhu, perlengkapan vihara, dan
berdana untuk perkembangan dan kemajuan agama Buddha.
Asadha
Kebaktian untuk memperingati
Hari besar Asadha disebut Asadha Puja / Asalha Puja. Hari raya Asadha, diperingati
2 (dua) bulan setelah Hari Raya Waisak, guna memperingati peristiwa dimana Buddha
membabarkan Dharma untuk pertama kalinya kepada 5 orang pertapa (Panca Vagiya)
di Taman Rusa Isipatana, pada tahun 588 Sebelum Masehi. Kelima pertapa tersebut
adalah Kondanna, Bhadiya, Vappa, Mahanama dan Asajji, dan sesudah mendengarkan
khotbah Dharma, mereka mencapai arahat. Lima orang pertapa, bekas teman
berjuang Buddha dalam bertapa menyiksa diri di hutan Uruvela merupakan
orang-orang yang paling berbahagia, karena mereka mempunyai kesempatan
mendengarkan Dhamma untuk pertama kalinya. Selanjutnya, bersama dengan Panca
Vagghiya Bhikkhu tersebut, Buddha membentuk Arya Sangha Bhikkhu(Persaudaraan
Para Bhikkhu Suci) yang pertama (tahun 588 Sebelum Masehi ). Dengan
terbentuknya Sangha, maka Tiratana (Triratna) menjadi lengkap. Sebelumnya, baru
ada Buddha dan Dhamma (yang ditemukan oleh Buddha).
Tiratana atau Triratna
berarti Tiga Mustika, terdiri atas Buddha, Dhamma dan Sangha. Tiratana
merupakan pelindung umat Buddha. Setiap umat Buddha berlindung kepada Tiratana
dengan memanjatkan paritta Tisarana ( Trisarana ). Umat Buddha berlindung
kepada Buddha berarti umat Buddha memilih Buddha sebagai guru dan teladannya.
Umat Buddha berlindung kepada Dhamma berarti umat Buddha yakin bahwa Dhamma
mengandung kebenaran yang bila dilaksanakan akan mencapai akhir dari dukkha.
Umat Buddha berlindung kepada Sangha berarti umat Buddha yakin bahwa Sangha
merupakan pewaris dan pengamal Dhamma yang patut dihormati.
Khotbah pertama yang
disampaikan oleh Buddha pada hari suci Asadha ini dikenal dengan nama Dhamma
Cakka Pavattana Sutta, yang berarti Khotbah Pemutaran Roda Dhamma. Dalam
Khotbah tersebut, Buddha mengajarkan mengenai Empat Kebenaran Mulia( Cattari Ariya Saccani
) yang menjadi landasan pokok Buddha Dhamma.
Magha Puja
Hari Besar Magha Puja
memperingati disabdakannya Ovadha Patimokha, Inti Agama Buddha dan Etika Pokok
para Bhikkhu. Sabda Sang Buddha di hadapan 1.250 Arahat yang kesemuanya arahat
tersebut ditasbihkan sendiri oleh Sang Buddha (Ehi Bhikkhu), yang kehadirannya
itu tanpa diundang dan tanpa ada perjanjian satu dengan yang lain terlebih
dahulu, Sabda Sang Buddha bertempat di Vihara Veluvana, Rajagaha. Tempat ibadah
agama Buddha disebut Vihara.
Ø KEBUDAYAAN ISLAM
Islam
di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim di dunia. Ada sekitar
85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam
menjadi mayoritas, namun Indonesia bukanlah negara yang berasaskan Islam.
Ajaran Islam
Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua
mazhab terbesar, yaitu Sunni (85%) dan Syiah (15%). Permasalahan terjadi akibat perbedaan pandangan
tentang siapa yang seharusnya memimpin kaum Muslim sesudah wafatnya Muhammad.
Islam adalah agama predominan sepanjang Timur Tengah,
juga di sebagian besar Afrika Utara dan Asia. Komunitas besar juga
ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur
dan Rusia.
Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran
Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat.
Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab,[19] 30% di subbenua
India dan 15.6% di Indonesia, negara Muslim terbesar berdasar populasi.[20]
Negara dengan mayoritas pemeluk Islam Sunni adalah Indonesia,
Arab Saudi,
dan Pakistan
sedangkan negara dengan mayoritas Islam Syi'ah adalah Iran dan Irak. Doktrin antara Sunni
dan Syi'ah berbeda pada masalah imamah (kepemimpinan) dan peletakan Ahlul Bait
(keluarga keturunan Muhammad). Namun baik Sunni maupun Syi'ah secara umum
berpandangan sama terhadap rukun Islam dan rukun Iman yang merupakan aspek
fundamental keimanan dalam Islam walaupun dengan terminologi yang berbeda.
Allah
Konsep Islam teologikal
fundamental ialah tauhid, yaitu kepercayaan tentang keesaan Tuhan. Istilah
Arab untuk Tuhan ialah Ilāh; kebanyakan ilmuwan percaya kata Allah didapat dari penyingkatan
dari kata al- (si) dan ʾilāh' (dewa, bentuk maskulin), bermaksud
"Tuhan" (al-ilāh'), tetapi yang lain
menjejakkan asal usulnya dari bahasa Aram Alāhā.[21] Kata Allah juga
adalah kata yang digunakan oleh orang Kristen (Nasrani) dan Yahudi Arab sebagai
terjemahan dari ho theos dari Perjanjian
Baru dan Septuaginta. Yang pertama dari Lima Rukun
Islam, tauhid dituangkan dalam syahadat
(pengakuan), yaitu bersaksi:
“
|
لا إله إلا الله محمد رسول الله
Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan
Allah
|
”
|
Konsep tauhid ini dituangkan dengan jelas dan sederhana
di dalam al-Qur'an pada Surah Al-Ikhlas yang terjemahannya adalah:
Katakanlah: "Dia-lah Allah (Tuhan), Yang Maha Esa,
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala
sesuatu,
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Nama "Allah" tidak memiliki bentuk jamak dan
tidak diasosiasikan dengan jenis kelamin tertentu. Dalam Islam sebagaimana
disampaikan dalam al-Qur'an dikatakan:
"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia
menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis
binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak
dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun
yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan
Melihat". (Asy-Syu'ara' [42]:11)
Allah adalah Nama Tuhan (ilah) dan satu-satunya Tuhan
sebagaimana perkenalan-Nya kepada manusia melalui al-Quran :
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah,
tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat
untuk mengingat Aku". (Ta Ha [20]:14)
Pemakaian kata Allah secara linguistik mengindikasikan
kesatuan. Umat Islam percaya bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah sama dengan
Tuhan umat Yahudi dan Nasrani, dalam hal ini adalah Tuhan Ibrahim. Namun, Islam
menolak ajaran Kristen
menyangkut paham Trinitas dimana hal ini dianggap Politeisme.
"Wahai Ahli Kitab,
janganlah kamu melampaui batas dalam agama dan janganlah kamu mengatakan
terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu
adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan kalimat-Nya) yang
disampaikannya kepada Maryam dan (dengan tiupan ) roh dari-Nya. Maka berimanlah
kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan :"Tuhan
itu tiga", berhentilah dari ucapan itu. Itu lebih baik bagi kamu.
Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa. Maha suci Allah dari mempunyai anak,
segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai
Pemelihara".
Dalam Islam, visualisasi atau penggambaran Tuhan tidak
dapat dibenarkan, hal ini dilarang karena dapat berujung pada pemberhalaan dan
justru penghinaan, karena Tuhan tidak serupa dengan apapun (Asy-Syu'ara' [42]:11). Sebagai gantinya, Islam
menggambarkan Tuhan dalam 99 nama/gelar/julukan Tuhan (asma'ul husna)
yang menggambarkan sifat ketuhanan-Nya sebagaimana terdapat pada al-Qur'an.
Al-Qur'an
Al-Qur'an
adalah kitab suci ummat Islam yang
diwahyukan Allah
kepada Muhammad
melalui perantaraan Malaikat Jibril. Secara harfiah Qur'an berarti
bacaan. Namun walau terdengar merujuk ke sebuah buku/kitab, ummat Islam merujuk
Al-Qur'an sendiri lebih pada kata-kata atau kalimat di dalamnya, bukan pada
bentuk fisiknya sebagai hasil cetakan.
Umat Islam percaya bahwa
Al-Qur'an disampaikan kepada Muhammad melalui malaikat Jibril. Penurunannya sendiri terjadi
secara bertahap antara tahun 610 hingga hingga wafatnya beliau 632 M. Walau Al-Qur'an
lebih banyak ditransfer melalui hafalan, namun sebagai tambahan banyak pengikut
Islam pada masa itu yang menuliskannya pada tulang, batu-batu dan dedaunan.
Umat Islam percaya bahwa
Al-Qur'an yang ada saat ini persis sama dengan yang disampaikan kepada
Muhammad, kemudian disampaikan lagi kepada pengikutnya, yang kemudian
menghapalkan dan menulis isi Al Qur'an tersebut. Secara umum para ulama menyepakati
bahwa versi Al-Qur'an yang ada saat ini pertama kali dikompilasi pada masa kekhalifahan
Utsman bin
Affan (khalifah Islam ke-3) yang berkisar antara 650 hingga 656 M. Utsman bin
Affan kemudian mengirimkan duplikat dari versi kompilasi ini ke
seluruh penjuru kekuasaan Islam pada masa itu dan memerintahkan agar semua
versi selain itu dimusnahkan untuk keseragaman.[22]
Al-Qur'an memiliki 114 surah
, dan sejumlah 6.236 ayat (terdapat perbedaan tergantung cara menghitung).[23]
Hampir semua Muslim menghafal setidaknya beberapa bagian dari keseluruhan
Al-Qur'an, mereka yang menghafal keseluruhan Al-Qur'an dikenal sebagai hafiz (jamak:huffaz).
Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang jarang, dipercayai bahwa saat ini terdapat
jutaan penghapal Al-Qur'an diseluruh dunia. Di Indonesia
ada lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an yaitu lomba membaca Al-Qur'an dengan
tartil atau baik dan benar. Yang membacakan disebut Qari (pria) atau Qariah
(wanita).
Muslim juga percaya bahwa
Al-Qur'an hanya berbahasa Arab. Hasil terjemahan dari Al-Qur'an
ke berbagai bahasa tidak merupakan Al-Qur'an itu sendiri. Oleh karena itu
terjemahan hanya memiliki kedudukan sebagai komentar terhadap Al-Qur'an ataupun
bentuk usaha untuk mencari makna Al-Qur'an, tetapi bukan Al-Qur'an itu sendiri.
Nabi Muhammad S.A.W
Muhammad
(570-632 M) adalah nabi terakhir dalam ajaran
Islam dimana mengakui kenabiannya merupakan salah satu syarat untuk dapat
disebut sebagai seorang muslim (lihat syahadat). Dalam Islam Muhammad tidak diposisikan sebagai
seorang pembawa ajaran baru, melainkan merupakan penutup dari rangkaian
nabi-nabi yang diturunkan sebelumnya.
Terlepas dari tingginya
statusnya sebagai seorang Nabi, Muhammad dalam pandangan Islam adalah seorang
manusia biasa. Namun setiap perkataan dan perilaku dalam kehidupannya
dipercayai merupakan bentuk ideal dari seorang muslim. Oleh karena itu dalam
Islam dikenal istilah hadits yakni kumpulan perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan
maupun persetujuan Muhammad. Hadits adalah teks utama (sumber hukum) kedua
Islam setelah Al Qur'an.
KEBUDAYAAAN
BARAT
Kebudayaan
Barat adalah sebuah kebudayaan yang dipromosikan lewat globalisasi. Sebuah
kebudayaan yang ternyata bersifat kontradiktif antara unsur kebudayaan yang
satu dengan yang lainnya. Masyarakat Indonesia mengartikan budaya barat sebagai
budaya yang datang dari kalangan Eropa-Amerika, yang kebanyakan mengarah kepada
kebiasaan-kebiasaan masyarakat Eropa-Amerika.
beberapa contoh kebudayaan barat adalah hari valentine, seks bebas, perayaan hari ulang tahun, dan lain-lain.
beberapa contoh kebudayaan barat adalah hari valentine, seks bebas, perayaan hari ulang tahun, dan lain-lain.